March 2, 2022 By christineberrou.com 0

Agama Islam merangkum seluruh wujud kemaslahatan

Agama Islam merupakan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu‘ alaihi wa sallam. Dengan agama inilah Allah menutup agama- agama tadinya. Allah sudah menyempurnakan agama ini untuk hamba- hambaNya. Dengan agama Islam ini pula Allah menyempurnakan nikmat atas mereka. Allah cuma meridhoi Islam selaku agama yang wajib mereka peluk. Oleh karena itu tidak terdapat sesuatu agama juga yang diterima selain Islam.

Allah ta’ ala berfirman,

مَّاكَانَمُحَمَّدٌأَبَاأَحَدٍمِّنرِّجَالِكُمْوَلَكِنرَّسُولَاللَّهِوَخَاتَمَالنَّبِيِّينَوَكَانَاللَّهُبِكُلِّشَيْءٍعَلِيماً

“ Muhammad itu tidaklah seseorang bapak dari salah seseorang lelaki diantara kamu, hendak namun ia merupakan utusan Allah serta penutup para Nabi.”( QS. Al Ahzab: 40)

Allah ta’ ala pula berfirman,

الْيَوْمَأَكْمَلْتُلَكُمْدِينَكُمْوَأَتْمَمْتُعَلَيْكُمْنِعْمَتِيوَرَضِيتُلَكُمُالإِسْلاَمَدِيناً

“ Pada hari ini Saya sudah sempurnakan untuk kamu agama kamu, serta Saya sudah cukupkan nikmat- Ku atas kamu serta Saya juga sudah ridha Islam jadi agama untuk kamu.”( QS. Al Maa’ idah: 3)

Allah ta’ ala pula berfirman,

إِنَّالدِّينَعِندَاللّهِالإِسْلاَمُ

“ Sebetulnya agama yang benar di sisi Allah cumalah Islam.”( QS. Ali Imran: 19)

Allah ta’ ala berfirman,

وَمَنيَبْتَغِغَيْرَالإِسْلاَمِدِيناًفَلَنيُقْبَلَمِنْهُوَهُوَفِيالآخِرَةِمِنَالْخَاسِرِينَ

“ Serta benda siapa yang mencari agama tidak hanya Islam hingga tidak hendak sempat diterima darinya serta di akhirat nanti ia hendak tercantum orang- orang yang merugi.”( QS. Ali‘ Imran: 85)

Allah ta’ ala mengharuskan kepada segala umat manusia buat beragama demi Allah dengan memeluk agama ini. Allah berfirman kepada Rasulullah shallallahu‘ alaihi wa sallam,

قُلْيَاأَيُّهَاالنَّاسُإِنِّيرَسُولُاللّهِإِلَيْكُمْجَمِيعاًالَّذِيلَهُمُلْكُالسَّمَاوَاتِوَالأَرْضِلاإِلَـهَإِلاَّهُوَيُحْيِـيوَيُمِيتُفَآمِنُواْبِاللّهِوَرَسُولِهِالنَّبِيِّالأُمِّيِّالَّذِييُؤْمِنُبِاللّهِوَكَلِمَاتِهِوَاتَّبِعُوهُلَعَلَّكُمْتَهْتَدُونَ

“ Katakanlah: Wahai umat manusia, sebetulnya saya ini merupakan utusan Allah untuk kamu seluruh, Dialah Dzat yang mempunyai kekuasaan langit serta bumi, tidak terdapat sesembahan yang haq tidak hanya Ia, Ia lah yang menghidupkan serta mematikan. Hingga berimanlah kamu kepada Allah serta Rasul- Nya seseorang Nabi yang ummi( buta huruf) yang sudah beriman kepada Allah dan kalimat- kalimat- Nya, serta ikutilah ia biar kamu memperoleh anugerah.”( QS. Al A’ raaf: 158)

Di dalam Shahih Muslim ada suatu hadits yang diriwayatkan dari jalan Abu Hurairah radhiallahu‘ anhu dari Rasulullah shallallahu‘ alaihi wa sallam. Dia bersabda yang maksudnya,“ Demi Zat yang jiwa Muhammad terletak di tangannya. Bukanlah terdapat seseorang manusia dari umat ini yang mendengar kenabianku, baik yang beragama Yahudi ataupun Nasrani lalu ia wafat dalam kondisi tidak ingin beriman dengan ajaran yang saya membawa melainkan ia tentu tercantum salah seseorang penunggu neraka.”

Hakikat beriman kepada Nabi merupakan dengan metode membetulkan apa yang dia membawa dengan diiringi perilaku menerima serta patuh, bukan hanya pembenaran saja. Oleh karena seperti itu hingga Abu Thalib tidak dapat dikira selaku orang yang beriman terhadap Rasul shallallahu‘ alaihi wa sallam meski ia membetulkan ajaran yang dia membawa, apalagi ia berani bersaksi bahwasanya Islam merupakan agama yang terbaik.

Agama Islam ini sudah merangkum seluruh wujud kemaslahatan yang diajarkan oleh agama- agama tadinya. Agama Islam yang dia membawa ini lebih istimewa dibanding agama- agama terdahulu sebab Islam merupakan ajaran yang dapat diterapkan di tiap masa, di tiap tempat serta di warga manapun. Allah ta’ ala berfirman kepada Rasulullah shallallahu‘ alaihi wa sallam,

وَأَنزَلْنَاإِلَيْكَالْكِتَابَبِالْحَقِّمُصَدِّقاًلِّمَابَيْنَيَدَيْهِمِنَالْكِتَابِوَمُهَيْمِناً

“ Serta Kami sudah merendahkan kepadamu Al Kitab dengan benar selaku pembenar kitab- kitab yang terdahulu dan batu tes atasnya.”( QS. Al Maa’ idah: 48)

Iktikad dari statment Islam itu sesuai diterapkan di tiap masa, tempat serta warga merupakan dengan berpegang teguh dengannya tidak hendak sempat berlawanan dengan kebaikan umat tersebut di masa kapan juga serta di tempat manapun. Apalagi dengan Islamlah kondisi umat itu hendak jadi baik. Hendak namun tidaklah yang diartikan dengan statment Islam itu sesuai untuk tiap masa, tempat serta warga merupakan Islam tunduk kepada keinginan tiap masa, tempat serta warga, sebagaimana yang di idamkan oleh sebagian orang.

Agama Islam merupakan agama yang benar. Suatu agama yang sudah memperoleh jaminan pertolongan serta kemenangan dari Allah ta’ ala untuk siapa saja yang berpegang teguh dengannya dengan sebenar- benarnya. Allah ta’ ala berfirman,

هُوَالَّذِيأَرْسَلَرَسُولَهُبِالْهُدَىوَدِينِالْحَقِّلِيُظْهِرَهُعَلَىالدِّينِكُلِّهِوَلَوْكَرِهَالْمُشْرِكُونَ

“ Ia lah Zat yang sudah mengutus Rasul- Nya dengan bawa Petunjuk serta Agama yang benar buat dimenangkan di atas segala agama- agama yang terdapat, walaupun orang- orang musyrik tidak menyukainya.”( QS. Ash Shaff: 9)

Allah ta’ ala berfirman,

وَعَدَاللَّهُالَّذِينَآمَنُوامِنكُمْوَعَمِلُواالصَّالِحَاتِلَيَسْتَخْلِفَنَّهُمفِيالْأَرْضِكَمَااسْتَخْلَفَالَّذِينَمِنقَبْلِهِمْوَلَيُمَكِّنَنَّلَهُمْدِينَهُمُالَّذِيارْتَضَىلَهُمْوَلَيُبَدِّلَنَّهُممِّنبَعْدِخَوْفِهِمْأَمْناًيَعْبُدُونَنِيلَايُشْرِكُونَبِيشَيْئاًوَمَنكَفَرَبَعْدَذَلِكَفَأُوْلَئِكَهُمُالْفَاسِقُونَ

“ Allah betul- betul sudah menjanjikan kepada orang- orang yang beriman dan beramal salih diantara kamu buat menjadikan mereka berkuasa di atas muka bumi sebagaimana orang- orang saat sebelum mereka sudah dijadikan berkuasa di atasnya. Serta Allah tentu hendak meneguhkan untuk mereka agama mereka, suatu agama yang sudah diridhai- Nya buat mereka peluk. Serta Allah tentu hendak mengambil alih rasa khawatir yang tadinya menghinggapi mereka dengan rasa tenteram, mereka menyembah- Ku serta tidak mempersekutukan- Ku dengan suatu apapun. Serta barangsiapa yang ingkar setelah itu, hingga mereka seperti itu orang- orang yang fasik.”( QS. An Nuur: 55)

Agama Islam merupakan ajaran yang mencakup akidah/ kepercayaan serta syariat/ hukum. Islam merupakan ajaran yang sempurna, baik ditinjau dari sisi aqidah ataupun syariat- syariat yang diajarkannya:

  1. Islam memerintahkan buat menauhidkan Allah ta’ ala serta melarang kesyirikan.
  2. Islam memerintahkan buat berbuat jujur serta melarang dusta.
  3. Islam memerintahkan buat berbuat adil serta melarang aniaya.
  4. Islam memerintahkan buat menunaikan amanat serta melarang berkhianat.
  5. Islam memerintahkan buat menepati janji serta melarang pelanggaran janji.
  6. Islam memerintahkan buat berbakti kepada kedua orang tua serta melarang perbuatan durhaka kepada mereka.
  7. Islam memerintahkan buat menjalakan silaturahim( ikatan kekerabatan yang terputus) dengan sanak famili serta Islam melarang perbuatan memutuskan silaturahim.
  8. Islam memerintahkan buat berhubungan baik dengan orang sebelah serta melarang berlagak kurang baik kepada mereka.

Secara universal bisa dikatakan bahwasanya Islam memerintahkan seluruh akhlak yang mulia serta melarang akhlak yang rendah serta hina. Islam memerintahkan seluruh berbagai amal salih serta melarang seluruh amal yang kurang baik. Allah ta’ ala berfirman,

إِنَّاللّهَيَأْمُرُبِالْعَدْلِوَالإِحْسَانِوَإِيتَاءذِيالْقُرْبَىوَيَنْهَىعَنِالْفَحْشَاءوَالْمُنكَرِوَالْبَغْيِيَعِظُكُمْلَعَلَّكُمْتَذَكَّرُونَ

“ Sebetulnya Allah memerintahkan berbuat adil, ihsan serta membagikan nafkah kepada sanak saudara. Serta Allah melarang seluruh wujud perbuatan keji serta mungkar, dan aksi melanggar batasan. Allah menegaskan kamu supaya kamu ingin mengambil pelajaran.”( QS. An Nahl: 90)